Potensi Sumberdaya Alam Kars Kecamatan Tanjung Palas Kab. Bulungan

Provinsi Kalimantan Timur memiliki sumberdaya alam kars yang cukup luas sebarannya, dengan kandungan nilai beragam penting seperti ilmiah, ekonomi, hingga nilai kemanusian, salah satu bagian kawasan kars tersebut ialah di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Daerah Kawasan Karst secara administratif termasuk dalam Wilayah Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan, yang terdiri dari 14 Desa/kelurahan. Secara geografis daerah Inventarisasi terletak pada 117o 21’ 37,24” - 118o 25’ 54,82”  BT dan  1o 09’ 59,64” LU - 2o 52’ 23” LS.

Berdasarkan pada bentuk relief, ketinggian dan kemiringan lerengnya serta struktur geologi yang berkembang daerah Kawasan Kars Kecamatan Tanjung Palas  Kabupaten Bulungan dapat dikelompokkan menjadi 3 (Tiga) satuan morfologi yaitu  satuan morfologi dataran alluvial, satuan morfologi dataran bergelombang dan satuan morfologi perbukitan kars.

Struktur geologi didaerah ini terdiri dari lipatan sesar normal, sesar geser, dan kelurusan, menunjukkan arah utama baratlaut -tenggara dan baratdaya-Timurlaut.  Struktur lipatan seperti antiklin dan sinklin berarah baratlaut-tenggara dan barat daya – timur laut.

Keberadaan sumberdaya air kars di daerah Kecamatan Tanjung Palas tidak lepas dari siklus hidrologinya. Air hujan dipermukaan tanah sebagian akan menjadi air permukaan yang terkumpul di sungai dan telaga, sebagian akan menjadi permukaan yang terkumpul disungai dan telaga, sebagian diuapkan kembali oleh tumbuhan, atau permukaan air dan tanah sebagai evapotranspirasi, dan sisanya meresap kedalam tanah menuju daerah jenuh menjadi air bawah tanah.

Air tanah yang terdapat di dalam batugamping bergerak dan tersimpan didalam ruang antar butir, rekahan, gabungan ketiganya, bentuk, ukuran, dan keseragaman ukuran butir akan mempengaruhi porositas. Batuan yang berbutir seragam, ukuran pasir kasar, dan bentuk membundar baik akan mempunyai porositas lebih tinggi disbanding pasir berukuran sangat halus dan berbutir tidak seragam. Batugamping yang mempunyai rekahan saling terhubung akan mempunyai porositas yang lebih baik dibanding batugamping yang tidak mempunyai rekahan.

Akumulasi air bawah tanah juga dikendalikan oleh curah hujan, jenis dan sifat fisik batugamping, serta keadaan bentang alamnya. Faktor-faktor itu akan membentuk system yang dinamis dan terpadu, yang terpengaruh terhadap keterdapatan air bawah tanah.

Hidrogeologi kawasan kars Tanjung Palas berbeda dengan kawasan bukan kars. Pola pengaliran air bawah – permukaan daerah kars merupakan fenomena alam yang rumit, dan secara visual tidak mudah dilacak. Hal itu disebabkan karena sungai bawah tanah terletak belasan hingga puluhan meter dibawah permukaan tanah. Sungai bawah tanah itu membentuk komponen aliran pada saluran utama, yang merupakan gabungan antara limpasan dasar (internal base run off) yang berasal dari aliran sebar melalui media akuifer, dan limpasan-langsung (conduit direct run off) yang masuk melalui mulut gua.

Read 1077 times Last modified on April 28 2019

Kontak Kami

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Timur

Jl. MT. Haryono No.22 - Samarinda 75124

Telepon. (0541) 733621

Fax. (0541) 4113882