Konservasi Energi Melalui Penerapan Manajemen Energi
SAMARINDA – Mengusung Tema “ Pelaksanaan Konservasi Energi Melalui Penerapan Manajemen Energi “ Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan kegiatan pertemuan tahunan Forum Energi Daerah yang dilaksanakan di Hotel Mercure Samarinda, Rabu (19/11/2025).
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mencapai target Indonesia mewujudkan Net Zero Emission pada tahun 2060 demi meningkatkan Kedaulatan Energi, Ketahanan Energi dan Kemandirian Energi Nasional dimasa mendatang.
Kegiatan diawali oleh laporan ketua panitia Ibu Elly Luchritia Nova, S.T., M.T. selaku Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) yang kemudian dibuka sekaligus sambutan oleh Kepala Dinas ESDM Kaltim Dr. Bambang Arwanto, A.P., M.Si.
Dalam Sambutannya Pak Kadis menjelaskan bahwa energi mengenai peran penting dan strategis untuk pencapaian tujuan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup dalam pembangunan nasional berkelanjutan. Namun saat ini sebagaian besar masih dipenuhi dari Energi Tak Terbarukan yaitu minyak bumi, gas bumi dan batubara yang merupakan sumber energi tak terbarukan.
“Kebutuhan Energi diperkirakan akan terus mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan laju pertumbuhan penduduk dan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi terutama bertumpu pada sektor industri untuk mencapai target Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045 dan mewujudkan Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat.” Ucap Pak Kadis
Pak Kadis juga berharap dalam pelaksanaan kegiatan ini semua pihak, baik pengguna energi pada sektor pelaku usaha maupun pengguna energi pada sektor bangunan gedung dan bangunan gedung pemerintah dapat secara bersama-sama menjalankan konservasi energi melalui manajemen energi.
“Dengan melaksanakan program konservasi energi.melalui manajemen energi berarti kita telah berkontribusi terhadap pengurangan emisi dalam upaya mewujudkan Net Zero Emission pada tahun 2060.” harapnya
Penurunan Emisi sejalan dengan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Tahun 2025 Provinsi Kalimantan Timur yang menargetkan pengurangan emisi yang diproyeksikan dengan 2 (dua) skenario yaitu Skenario Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan skenario RPJPD. Berdasarkan skenario KEN Emisi masih meningkat sebesar 7,15 juta ton CO2 sampai 2040 dan akan menurun secara signifikan sampai tahun 2060 sebesar 14,4 juta ton CO2, sedangkan untuk skenario RPJPD emisi meningkat sampai tahun 2034 sebesar 1,2 juta ton CO2 kemudian menurun secara sigifikan pada tahun 2060 sebesar 19,2 juta ton CO2.
Dari dua skenario diatas, skenario KEN dianggap lebih realistis dibanding skenario RPJPD karena belum semua stakeholder bertransformasi secara bersama dan masih kurangnya dukungan pendanaan untuk pelaksanaan transisi energi. Untuk mitigasi penurunan emisi upaya yang berkontribusi cukup besar adalah penggunaan Energi Baru Terbarukan, penggunaan teknologi rendah karbon, Reklamasi lahan dan Konservasi Energi.










